REMAJA
Apa yang terbersit dipikiranmu ketika mendengar kata 'Remaja'?
Kalau aku, satu kata yang langsung muncul di pikiranku ketika mendengar kata itu adalah LABIL.
Silahkan kamu searching tentang apa itu remaja, gejala-gejala yang muncul saat remaja pokoknya tentang remaja. Pastilah ada yang bersangkutan tentang ketidakdakstabilan psikologi pada remaja, dan aku nggak mungkin menjelaskan panjang lebar tentang itu karena aku belum cukup pandai untuk menjelaskan detailnya.
Menurut apa yang sudah terjadi padaku selama ini, mungkin aku akan berbagi sedikit tips melalui cerita-cerita yang pernah aku alami selama masa remaja.
Jadi, masa remajaku nggak jauh berbeda dengan kalian. Banyak menghabiskan waktu untuk ngobrol bareng teman, bercanda, belajar, sampai menentang sesuatu. Masa remajaku identik dengan perlawanan, pasti nggak jauh beda dengan yang kamu alami.
Dari aku usia SMP sekitar 12 tahun, aku udah sekolah di boarding school/ asrama/ pondok (terserah kalian mau menyebut itu apa) khusus cewek, lebih tepatnya sekolahku adalah Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. Pasti berat bagi seoarang anak perempuan, satu-satunya anak yang dimiliki ibukku, untuk hidup di asrama yang WOW, aku harus hidup mandiri!!! Pada masa awal aku masuk asrama, aku nggak terlalu keberatan, nangis karena kangen, atau apalah aku nggak mengalami itu karena ibukku sering menjengukku. Tapi keadaan yang berat adalah ketika kita harus menghadapi masalah sendiri. Lagi sebel sama temen, atau lagi ada konflik, aku cuma bisa nulis di buku diary dan nangis dibawah bantal. Nah, disitulah masalah psikologis remaja muncul, tapi gimana rasanya ketika ada masalah kamu nggak bisa dengan leluasa cerita kepada orang tuamu? Ya akhirnya, aku cuma bisa melampiaskan ke buku dan bantal, dan terkadang biar lebih lega cerita ke teman terdekat.
Dan aku menjalani masa remajaku di sekolah asrama, jauh dari orang tua.
Bagi kamu yang nggak menjalani masa remaja sepertiku bersyukurlah, ada orang tua di dekatmu, kamu bisa cerita, curhat, berdiskusi dengan orang tuamu, manfaatkan orang tuamu yang selalu bersedia mendengarkanmu.
Bagi teman-teman yang senasib denganku, jika kamu ada waktu untuk berbagi cerita dengan orang tuamu, luangkanlah. Walaupun berat, nggak papa, dengan kita sering-sering cerita ke orang tua, merka pasti akan lebih paham dan mengerti bagaimana keadaan anaknya sekarang.
Dari postinganku kali ini, satu tips untuk kamu, yaitu: Apapun masalahmu, ceritakanlah. Terserah kamu mau cerita ke siapa saja, mau ke teman, sahabat, orang tua bahkan buku sekalipun. Pokoknya jangan pernah memendam masalah, karena dengan sering memendam masalah akan menimbulakan efek yang berat dikedepannya. Okay, Let's tell your story!
(Bagi yang mau komen bisa langsung dibawah sini atau mau cerita langsung ke aku silahkan kirim email aja)
